Naas, terkena tilang jam 12 malam (Part 2)

Assalamualaikum wr, wb..

Maaf banget kawan janji melanjutkan pengalaman ditilang di posting sebelumnya baru dilanjut (padahal sudah lebih dari setahun kejadiannya). Ok tak apa, karena sudah kadung janji maka harus ditepati walaupun samar-samar untuk mengingatnya. Tapi InsyaAllah masih inget.

Ok lanjut, tanggal 12 juni 2015 bertepatan dengan hari jumat kita (saya dan seorang anggota tim) akan melakukan sidang perdana di pengadilan. Rasa deg-degan menjadi seorang terdakwa pun tiba, padahal pelanggaran lalu lintas biasa/umum. Ya, mungkin karena ini pertama kali gitu.

Hari itu pagi sekali kita berangkat ke pengadilan negeri Bandung (Jl. LL. RE. Martadinata No.74-80 Bandung) dengan tujuan supaya kita paling pagi dan cepat selesai. Sebelum berangkat saya memastikan membawa surat tilang, ktp, sim dan uang tentunya😀 Jam 06:30 kita berangkat karena di resi jam 09:00 sidangnya akan dilakukan. Tapi nyatanya sampai di tempat orang-orang pun sudah lumayan banyak yang datang.

Segera saya menanyakan satpam untuk mengetahui tahapan sidang. Saya diminta mengambil resi antrian. Ok saya ikuti dan saya dapat antrian di nomor 50 berapa gitu lupa hehe. Lumayan lah dapat antrian segitu, karena seiring waktu yang datang untuk sidang makin sesah. Saya perkirakan diatas 400 orang.

Setelah itu semua peserta diminta untuk mengumpulkan Surat Tilang dan petugasnya berbicara bahwa sidang akan dimulai beberapa saat lagi. Tiba-tiba masuklah para penegak hukum ke ruangan sidang (saya tidak tau tepatnya ada berapa ruangan sidang disana) tapi yang pasti seketika para pelanggar lalu lintas ini mengerubungi ruangan sidang layaknya semut mengerubungi gula (Lebay mode on :D) karena takut mungkin namanya kelewat karena waktu itu nggak pakai pengeras suara.

Naah, jujur waktu itu memang sebelumnya sempet grogi (a bit worried) sama yang namanya sidang tapi karena terdakwa yang datang rame-rame gitu jadi seru karena banyak yang senasib sepenanggungan (we are all at the same boat dude dalam hati bergumam)

Tibalah masa penghakiman itu datang, 5 orang langsung dipanggil di kursi persidangan. Saya sebelah dengan anggota tim saya. Jadi dia kebagian sidang setelah saya. Lalu setiap orang ditanya kenapa ditilang, pelanggaran apa yang dilakukan. Namun banyak sekali pertanyaan yang nyeleneh dan nggak perlu kadang bullyan kadang joke yang bisa memecah ketawa seluruh isi ruang sidang. Sidang ini saya kira lebih banyak ketawa dibanding seriusnya (sumpah). Hakimnya kadang menanyakan point yang nggak penting. Saat saya dihakimi saja, nanya untuk apa nongkrong sampai malam2. sama siapakah saya ngopi? sama pacar bukan? jomblo ya kamu? nggak penting blas

Naah setalahnya hakim mengetuk palu untuk memutuskan kesalahan saya sebagai terdakwa. Hakim memutuskan saya untuk membayar Rp. 75.000 sebagai denda kesalahan. Tapi karena saya mengikuti jalannya sidang sebelumnya saya lihat bahwa setiap orang itu ditanya pekerjaannya. Uniknya yang orangnya klimis yang kerjaannya high degree itu dendaanya tinggi, diatas 100rb. Tapi yang siswa SMA, buruh dan tukang ojek dendanya cuma Rp. 50.000.

Seketika saya nego dong wkwkwk.

Walaupun sudah ketuk palu. Saya sambil mengangkat tangan “jangan, jangan, jangan” dan berargumen bahwa saya mahasiswa, tadi yang sebelum-sebelum saya kesalahannya sama beliau juga siswa SMA dendanya cuma Rp. 50.000 kenapa pas giliran saya Rp. 75.000? Hakim menimpal sudah ketuk palu. Saya tetap tidak nerima kok hakim bisa beda gini. Kan jelas status saya mahasiswa yang tadi juga siswa. Pelanggarannya nggak pakai helm yang tadi juga sama.

“Aah, kamu bisa aja ngeles ya” sergah hakim. Bukan ngeles pak Hakim tapi harus sama vonisnya dong masa dibeda-bedain timpal saya (sambil senyum itu juga :D). Aaah, yaudah kalau begitu saya batalkan keputusan yang tadi. Yaudah denda Rp. 50.000 ya? Baik pak Hakim kata saya menjawab.

Akhirnya, hakim memvonis bersalah dan mendenda saya dengan besaran Rp. 50.000 dan meminta saya membayar ke petugas (JPU gitu yah wkkw ngak tau deh lupa) akhirnya saya bayar dan ditukar dengan STNK yang ditilang.

Sembari nunggu sidang anggota tim saya dan dia nggak terlalu banyak dicecar pertanyaan cukup menjawab saya temannya dan kasusnya sama, pak Hakim langsung vonis bersalah dan mendenda Rp. 50.000.

Okeh tepat jam setengah 11 akhirnya kami bisa pulang membawa STNK dan membawa pengalaman baru. Pengalaman bersidang. Yaa walaupun sidangnya nggak serius-serius amat hehe

Naah, buat kamu kawan semoga pengalaman kami ini bisa menjadi insight ketika mengalami kejadian yang serupa.

Happy weekend

InsyaAllah saya akan berbagi banyak cerita ditulisan-tulisan berikutnya setelah apa yang terjadi dalam 1 tahun kebelakang ini ^_^

 


Tinggalkan Pesan Sobat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s