Syukurilah semua titipan Tuhan

Hi, sobat sudah lama sekali fajar tidak menulis. Gimana kabarnya? mudah-mudahan kalian tetap dalam kondisi yang terbaik tidak ada yang kurang satu pun juga.

Judul diatas mungkin tepat dengan apa yang aku alami kemarin. tepatnya ketika sedang berbelanja di jalan Otista bandung bernasib naas di satroni maling. Kejadian ini bermula saat berbelanja bahan-bahan konveksi disekitaran jalan tersebut. Sebelum berangkat memang terasa begitu malas, bahkan di fikiran selalu terbayang seorang ibu yang dua hari sebelumnya menjadi korban pencopetan di sebuah toko kancing dan alat-alat konveksi. Modusnya yaitu dengan pura-pura berbelanja sambil berdesak-desakan dan beberapa detik kemudian ibu tersebut sadar jika hape didalam tas nya sudah raib.

Begitu kuatnya melihat ekspresi ibu tersebut sampai-sampai merasa sangat kasihan, tapi anehnya kejadian tersebut selalu terngiang sebelum kejadian naas menimpaku setelahnya. Tanda-tanda hari naas itu seblumnya juga sudah ada saat aku harus mengambil uang di ATM terdekat. pada saat itu aku melewati 3 ATM tepatnya ATM Mandiri mulai dari ATM cibaduyut, inhoftank dan banceuy. setiap melihat ATM tersebut aku ingin berhenti bahkan jalannya motor sudah ku perlambat tapi tetap saja ada hati kecil aku yang memaksa aku untuk mengambil uang di ATM Pasarbaru sekalian berbelanja.

Hari itu, aku langsung masuk ke toko kancing namanya toko D*nia Bar* (karena salah satu toko paling lengkap, namun terkenal mahal) dengan tujuan untuk membandingkan harga kancing dengan yang aku beli sebelumnya ditoko yang lain. dan dari sana aku tahu jika toko tersebut memang mahal dan selanjutnya aku berencana untuk membeli di tempat yang biasa. setelah aku berhitung ternyata uang cash yang aku punya memang kurang dan aku berencan mengambil uang ke ATM terdekat. Naah jarak dari toko tersebut ke ATM Mandiri tidak jauh, karena letak ATM sendiri ada persis di depan Pasar Baru Trade Centre. yang memisahkan blok ATM dengan toko hanyalah jalan sudirman yang lurus membentang ke sebelah barat.

Pada saat itu lampu sedang merah, aku dan karyawan aku (aku ajak supaya dia tau tempat dimana aku membeli perlengkapan konveksi) langsung melewati zebra cross disana, terus naik melewati trotoar yang penuh sesak dengan pedagang emperan yang memaksa kita harus berjalan dengan hati-hati. pada saat itu aku berjalan dibelakang karyawan aku karena takut menginjak salah satu dagangan mereka.

Belum 30 detik berjalan tepatnya di depan toko jepitan tiba-tiba ada dua orang yang mendekati, yang satu dari sebelah kanan (bersembunyi dari arah tiang toko yang besar) dan satu lagi dari sebelah kiri di depan ku ada bapak-bapak hitam besar mereka seolah-olah merangkai satu kericuhan kecil, satu orang yang disebelah kiri aku melingkari badan aku sambil memegang kaki aku seraya menunjuk-nunjuk ke arah sendal dengan nada yang khawatir ada sesuatu yang ke injak. bapak tadi ikut mengeluarkan kalimat-kalimat membingungkan seolah-olah ingin membanjiri aku dengan berbagai informasi. si orang sebelah kanan pun sama melakukan hal serupa dengan bapak gendut tersebut namun sambil mendesak badan aku. yang aku sadari pada saat itu adalah saat celana bagian kanan ditarik aku menghardik ada apa ini?? sementara si orang yang melingkari aku balik menunjuk ke arah sendal yang satu lagi seolah-olah di sendal yang pertama tidak ada naah aku serentak mengangkatkan kaki yang satu lagi, takut memang ada barang yang terinjak. tapi entah kenapa setelah itu, si orang yang melingkari aku itu malah lari, aku menohok ke orang tersebut sambil lantang ada apa ini??. Naah, si bapak gendut tadi terus berbicara sehingga perhatianku makin buyar dengan informasi baru yang lain. 2 detik setelah itu aku sadar bahwa Hape yang aku masukin di depan saku kiri celana pendek aku telah raib, aku lari menuju arah orang yang lari tadi tapi karena banyaknya orang akhirnya aku tidak bisa menemukan hape aku. Bapak gendut tadi malah terus memberikan informasi bahkan dia menyuruh untuk menelepon hape yang hilang tadi dengan maksud menenangkan aku. Saat itu aku sudah menyadari jika bapak ini termasuk dalam komplotannya. aku menolak. aku terus mencari orang tadi sambil aku marah-marah teriak-teriak ngeluarin kata-kata kasar Anjing Bagong Babi bahkan aku dengan lantang menyuarakan untuk bertarung satu lawan satu. tapi dari orang-orang disana tidak ada satu pun yang menanggapi. Herannya melihat kejadian ini orang-orang disekitar kejadian seperti tukang becak, pegawai toko, pedagang-pedagang emperan, tukang parkir semuanya acuh seolah tidak ada kejadian tersebut.

setelah kemarahan sambil teriak-teriak tersebut akhirnya aku pasrah untuk mengakhiri dan membuat kata-kata kalian tidak akan mendapatkan berkah dengan harta seperti itu. karyawan aku meminta untuk melapor polisi, tapi aku berfikir kalau orang-oarng disekitar saja sudah biasa melihat kejadian itu apalagi polisi yang tugasnya mengamankan. aku yakin lapor polisi sama dengan jatuh tertipa tangga. sudah kehilangan pasti diminta administrasi dsb.

sampai detik ini, jujur saja aku masi lemas tidak menyangka jadi korban perampasan dan dengan modus yang tidak aku ketahui sebelumnya. aku sudah sering sekali berbelanja di daerah tersebut baik sendiri maupun ditemani dengan oranglain. setiap berbelanja aku selalu berpakaian biasa itupun Hape disimpan di saku depan karena suka banyak yang menghubungi jadi lebih simpel apabila disimpan di saku celana. perawakan aku pun lumayan besar jadi mana mungkin ada orang yang berani macam-macam. tapi ternyata kejahatan tidak memandang itu semuanya. jadi waspadalah.

terakhir, yang bisa aku ceritakan bagi sobat semuanya adalah rasa syukur, mungkin selama ini aku selalu berfikir bahwa apa yang aku miliki saat ini adalah murni dari jerih payah aku seolah-olah melepaskan kepemilikan Tuhan atas barang-barang aku. Tapi dengan kejadian ini aku jadi tersadar bahwa kita hanya menggunakan titipan-Nya jadi nikmati, syukuri dan jaga titipan tersebut supaya berguna bagi kehidupan kita dan dapat dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

Sobat, begitulah akhir ceritaku itu. mudah-mudahan kalian juga bisa menjadi semakin waspada kemanapun kita pergi dan kunci utamanya adalah syukuri titipan Tuhan.

 


2 thoughts on “Syukurilah semua titipan Tuhan

Tinggalkan Pesan Sobat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s